Museum Indonesia Tanpa Sensor Di Dalam Minecraft

 Museum Indonesia Tanpa Sensor Di Dalam Minecraft

Minecraft telah memantapkan dirinya sebagai fenomena budaya karena berbagai alasan: kreatif, kolaboratif, dan cukup mudah sehingga dianggap dapat diakses oleh hampir semua orang. Secara terpisah, manfaat ini tampak relatif menarik. Namun, bersama-sama, mereka membentuk wadah yang sempurna untuk Reconnected Access Memory Museum, sebuah pusat virtual yang menampung koleksi jurnalisme dan karya seni yang tidak dapat diakses di Indonesia. Mulai Dibuka Pada tanggal 11 November 2020 hingga 18 November 2020.

Museum ini dibuat oleh Riyan Kresnandi, ia adalah seorang seniman dan pengajar di sebuah sekolah seni rupa. Tujuan dibuatnya museum ini yakni agar sebuah karya seni dan karya tulis dapat di ekspresikan dengan bebas tanpa adanya sensor sepihak, dan memperkenalkan dunia virtual kepada masyarakat khususnya di era pandemi ini dan mensosialisasikannya agar masyarakat tidak salah menilai suatu karya di dunia virtual.

Baca Juga: Minecraft Cave & Cliff Update Snapshot 20w46a

Server ini dibangun sejak bulan September, dimana pada saat itu Riyan melihat peluang kebebasan berkespresi di dalam dunia Minecraft, ia mulai meriset beberapa karya seni dan karya tulis yang disensor oleh pemerintah dan juga media massa, seperti penutupan galeri seni, pembakaran karya, pemblokiran akses, dan sebagainya. Dari sana ia mulai mengarsipkan dan mengkumpulkan beberapa hasil karya, sehingga menjadi museum untuk diabadikan.

Server ini juga ditujukan untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap karya seni dan media populer, karena kesenian tidak hanya lukisan dan patung, tetapi kita dapat berkarya baik itu melalui video bahkan sebuah game, sehingga beberapa karya seni baru dapat diciptakan melalui media yang bermacam-macam.


Proses pembangunan museum ini juga cukup memakan banyak waktu, belum lagi beberapa karya seni yang harus di ekspor ke dalam Minecraft agar menjadi sebuah Resource Pack bagi pengunjung yang datang supaya mereka dapat melihat karya-karya seni yang ditampilkan disana. Jadi Riyan juga dibantu oleh beberapa kontributor yang dapat membangun dan mengatur isi server, sehingga server tersebut dapat berjalan dengan baik.


Pembuatan server ini juga terinspirasi dari berbagi fenomena anonim di sosial media, yang dimana orang-orang dapat mengekspresikan kegelisahannya dan juga dari Uncensored Library yang berisikan tentang artikel-artikel terlarang di seluruh dunia. Riyan berharap masyarakat dapat melihat isu-isu yang tidak terjamah secara populer seperti isu kemanusiaan dan politis.

Secara teknis karya ini masih banyak kekurangan, namun dalam penyampaian pesan, karya ini cukup relevan di era sekarang. Riyan juga berpesan supaya kita tidak bersikap apatis dalam menyikapi pandemi ini, harus selalu mencari peluang untuk berkarya dan itu semua tidak harus datang dari orang-orang yang berlatar belakang seniman, melainkan semua orang dapat menghasilkan sebuah karya, khususnya anak-anak yang memiliki tingkat imajinasi yang tinggi, untuk menghasilkan output yang juga dihargai.

Jika kalian ingin mengunjungi servernya, silahkan kunjungi Instagram @riyankresnandi

Postingan Terkait

Send this to a friend