Hal Yang Patut Dipelajari Dari Game Among Us Dan Minecraft

 Hal Yang Patut Dipelajari Dari Game Among Us Dan Minecraft

Untuk sementara waktu sekarang, orang-orang berpendapat bahwa grafik tidak penting dalam hal video game. Saya rasa orang yang mengatakan ini tidak memahami kemunafikan di balik kata-kata seperti itu. Alasan utama saya menganggapnya sangat munafik adalah karena orang-orang berpendapat bahwa game baru terlalu mencolok sedangkan game lama tidak. Mereka berpendapat bahwa permainan tidak harus terlihat bagus agar bisa dinikmati, tentu ini tidak masuk akal.

Via: eTeknix

Game selalu tampak hebat, tidak peduli generasi apa yang kalian gandrungi. Anda harus mengakui bahwa gen yang Anda tumbuh bersama dulunya adalah grafis terbaik pada masanya. Ini berarti Anda masih memainkan game yang tampak cantik. Hanya karena sebuah game tidak terlihat mutakhir, bukan berarti itu jelek dan masing-masing memiliki semacam gameplay yang tidak dapat ditemui. Game yang dibuat saat ini masih bertahan dan terasa seperti game lama sambil tetap terlihat fantastis.

Baca juga : Member JKT48, Celine ternyata suka bermain Game Minecraft

Untuk saat ini banyak develeoper game indie yang tidak mementingkan grafik gamenya karena mereka tidak bisa bersaing di pasar game triple A seperti GTA,Asassins Creed,The Witcher,dll. Lalu apa sih tujuan mereka ? mereka membuat game dengan gamplay seunik mungkin atau bahkan dengan konsep out of the box yang belum pernah dipikirkan oleh orang sebelumnya, contohnya seperti game yang sedang ramai saat ini yakni “Among Us”. Among Us adalah game deduksi sosial multipemain daring, yang dikembangkan dan diterbitkan oleh studio game Amerika, InnerSloth, dan dirilis pada tanggal 15 Juni 2018. Permainan berlangsung dalam pengaturan bertema ruang angkasa di mana masing-masing pemain mengambil salah satu dari dua peran, kebanyakan menjadi Crewmates, dan jumlah yang telah ditentukan adalah Imposter. Tujuan Crewmates adalah untuk mengidentifikasi Imposter, menghilangkan mereka, dan menyelesaikan tugas di sekitar peta, dan tujuan imposter adalah untuk membunuh Crewmates tanpa diidentifikasi.


Via: detikInet

Lalu apa sih kaitannya dengan grafik dan game Minecraft ? nah disini kita bisa menyimpulkan bahwa game bagus tidak selamanya dilihat dari grafik/visualnya tetapi kita bisa menilai dari gameplay atau alur berjalannya game tersebut, namun sayangnya banyak anak-anak dari Indonesia saat ini terpengaruhi oleh youtuber yang bisa dibilang sudah memiliki perangkat yang mumpuni, mereka menilai dari gameplay mereka yang rata-rata memainkan game triple A tadi seperti Gta 5,God Of War 4,The Witcher,Resident Evil,dll.


Karena tergiur akan grafik yang begitu memanjakan banyak penonton yang menginginkan bermain game tersebut tetapi budget yang mereka miliki sangatlah pas-pasan, akhirnya hal ini dimanfaatkan oleh para developer game mobile yang membuat gameplay yang mirip dengan suatu game yang populer tetapi dengan nama dan branding yang berbeda, alhasil banyak orang yang terpedaya bahwa game tersebut sama tetapi nyatanya berbeda.

Kita juga bisa melihat grafik game Among Us dan Minecraft yang kelihatan seperti kualitas yang rendah jika dibandingkan dengan game triple A, tetapi mereka memiliki kesan tersendiri ketika kalian bermain, yang tentunya lebih menyenangkan dan lebih banyak membuat kita berinteraksi dengan mekanismenya yang unik,mereka juga tidak kalah populer loh dengan game triple A , Minecraft juga merupakan game yang paling laris di pasaran saat ini juga Among Us kini tengah menduduki Top Seller di steam.

Jadi perlu ditekankan, jangan menilai game dari grafik nya seperti jangan melihat buku dari sampulnya.

Postingan Terkait

Send this to a friend